Notice: Trying to get property 'display_name' of non-object in /home/u6164185/public_html/zakimu.com/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/schema/class-schema-person.php on line 151

Notice: Trying to get property 'user_email' of non-object in /home/u6164185/public_html/zakimu.com/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/schema/class-schema-person.php on line 226

Notice: Trying to get property 'display_name' of non-object in /home/u6164185/public_html/zakimu.com/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/schema/class-schema-person.php on line 232
Uncategorized

MENGANALISIS KURIKULUM DI MI AL-ISLAH KERETEG

Nama : Fahmi Abdul Azis
Kelas : PAI-B III/VI

MENGANALISISKURIKULUM DI MI AL-ISLAH KERETEG
Fahmi Abdul Azis
Pogram Pendidikan Agama Islam
Fabdulaziz67@gmail.com

Abstrak
Madrasah setingkat Ibtidaiyah (MI) dalam sistem pendidikan nasional memilki tempat dan posisi yang istimewa. Karena itu, sudah sepantasnya jika kalangan Madrasah terus berupaya melakukan berbagai perbaikan dan meningkatkan kualitas serta mutu pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Madrasah dalam hal ini (MI) tidak perlu merasa minder, kerdil, kolot atau terbelakang. Karena posisi Madrasah dalam sistem pendidikan nasional memiliki tujuan yang sama dengan lembaga pendidikan formal lainnya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kurikulum yang digunakan di MI AL-ISLAH kereteg ini adalah komponen nya itu masih menggunakan KTSP sesuai dengan anjuran kementrian Agma di Kab. Tasikmalaya. Kemudian berubah lagi anjuran menggunakan KURTILAS walaupun ada kelebihan dan kekurangan itu sendiri. Yang menjadi tolak ukur keberhasilan pendidikan khususnya anak-anak di MI termasuk di MTSN, dan Aliyah itu sesuai dan anjuran dari kementrian Agama.

Merujuk pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang konsep sekolah Sistem Pendidikan Nasional, posisi dan keberadaan Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebenarnya memiliki tempat yang istimewa. Namun, kenyataan ini belum disadari oleh mayoritas masyarakat muslim. Karena kelahiran Undang-undang ini masih amat belia dan belum sebanding dengan usia perkembangan Madrasah di Indonesia. Keistimewaan Madrasah dalam sistem pendidikan nasional dapat kita lihat dari ketentuan dan penjelasan pasal-pasal dalam Undang-udang Sisdiknas sebagai berikut: Dalam Pasal 3 UU Sisdiknas dijelaskan bahwa Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Ketentuan ini tentu saja sudah berlaku dan diimplementasikan di Madrasah. Madrasah sudah sejak lama menjadi lembaga yang membentuk watak dan peradaban bangsa serta mencerdaskan kehidupan bangsa yang berbasis pada keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta akhlak mulia.
Kata kunci : MI AL-islah, Kurikulum, konsep sekolah

PENDAHULUAN

Salah satu yang menjadi dasar pokok permasalahan dan menjadi satu tolak ukur untuk keberhasilan suatu madrasah. Khusus Madrasah ibtidaiyah di tataran kampung kereteg desa karangmulya, kecamatan jamanis. Nama sekolah ini nama lengkapnya itu Madrasah Ibtidaiyah kereteg. Nah hal ini dalam struktur kelembagaannya itu dalam ruang lingkup yayasan. Yayasan itu namanya al-islah pendidikan al-islah itu ada beberapa pendidikan, diantaranya : ada TK yang baru dibentuk jadinya mau RA akhirnya jadi TK, kemudian Madrasah Ibtidaiyah ( MI ), kemudian Madrasah Tsanawiyah ( MTsN ), dan madrasah Aliyah ( MA ).
Jadi semua komponen pendidikan yang ada pada yayasan tersebut itu saling koordinasi, satu integral dimana anak-anak RA TK itu sebagian besar masuk ke MI. Kemudian dari MI keluar kelas 6 masuk ke kelas 7 Tsanawiyah dan selanjutnya sampai ke Aliyah. Jadi sedikit sekali persentasi yang keluar dari lingkungan pendidikan yayasan Al-islah. Ada beberapa hal yang menjadi kelebihan yayasan pendidikan Al-islah kereteg dimana potensi sumber daya manusia lingkungan tersebut itu sebagian besar kategori nya bagus.
Termasuk kelebihannya itu didukung oleh guru-guru profesional di bidangnya jadi 90% itu sudah sarjana dan 10% sudah S2. Nah hal ini sudah memberikan tenaga besar untuk kemajuan pendidikan yang dikelola di yayasan Al-islah kereteg.
Dari segi kekurangannya emang secara geograpis menguntungkan jumlah penduduk disekitar kampung kereteg itu sebagian besar terdiri dari empat kampung semuanya itu lebih cenderung menyekolahkan anaknya itu ke MI jadi dibawah lingkungan yayasan Al-islah.
. Kelemahannya itu ialah prangkat dari kurikulum KURTILAS itu sendiri belum lengkap. Misalkan untuk pengisian raport itu pakai aplikasi yang berbeda beda. Dan akhirnya sesuai intruksi dari kanwil kementrian Agama Jawa barat itu ada lagi sample aplikasi kurikulum yang harus diterapkan seperti itu. Mungkin tahun besok berubah lagi. Nah itu salah satunya kelemahannya perangkat blum lengkap dari KURTILAS. Begitu juga dengan guru padahal potensinya itu luar biasa
Yang menjadi kendala di Madrasah pada umumnya itu kesenjangan guru guru honorer dengan guru pns 90% dengan 10%. Seperti di MI kereteg itu guru PNS nya 2 orang nah kebanyakannya honor. Dan itu perlu perbaikan.
Hal ini terjadi karena koordinasi antara tokoh masyarakat alim ulama di sekitar desa karangmulya itu sudah menjadi satu kesatuan atau bagian yang di akui oleh komponen-komponen masyarakat itu sendiri. Artinya lembaga yayasan-yayasanpendidikan Al-islah itu tidak melupakan peran serta Tokoh Agama dan Masyarakat sekitar desa karangmulya. Jadi otomatis mereka saling mengisi, saling mewarnai, dan saling memepercayakan putra putri nya untuk di didik di lembaga yayasan Al-islah kereteg. termasuk di MI tentunya banyak dari mereka masyarakat yang menyekolahkan ke MI dari pada ke SD. Karena klo di SD itu timpang sekali dan muridnya juga jurang hampir 100 juga kurang. Kalo MI itu hampir 300.
Seperti yang kita tahu tiap yayasan atau lembaga punya tujuan dan cara pencapaianyya yaitu bisa disebut VISI dan MISI. VISI dan MISI MI AL-ISLAH kereteg :
VISI nya:
Menciptakan manusia yang siap sanding dan sanding terhadap kemajuan pendidikan yang akan datang. Pencapaiannya dari visi tersebut di antaranya :
Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna
Menciptakan generasi muda yang kompetitip
Menciptakan peserta didik yang memiliki akhlakul karimah
Menciptakan peseeta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
MISI nya:
Mengembangkan segenap potensi yang ada dalam membangun sumber daya manusia yang cerdas dan terampil berakhlakul karimah menuju hayyatun tayyibah

KOMPONEN KURIKULUM

Kurikulum yang digunakan di MI AL-ISLAH kereteg ini adalah komponen nya itu masih menggunakan KTSP sesuai dengan anjuran kementrian Agma di Kab. Tasikmalaya. Kemudian berubah lagi anjuran menggunakan KURTILAS walaupun ada kelebihan dan kekurangan itu sendiri. Yang menjadi tolak ukur keberhasilan pendidikan khususnya anak-anak di MI termasuk di MTSN, dan Aliyah itu sesuai dan anjuran dari kementrian Agama.
Jadi untuk sekarang ini semuanya pake KURTILAS walaupun tanda kutip guru belum sepenuhnya memahami dari pelaksanaan kurikulum 2013 ini. Dan mau tidak mau emang dari satu sisi kelebihannya jadi anak itu dinilai dari secara deskripsi. Jadi tidak hanya dengan angka tapi di deskripsikan dalam bentuk tulisan. Contoh si anak si A ini mampu, ini dari segi Akidah akhlak mampu menerapkan keesaan Allah Swt dalam kehidupan sehari-hari dengan senantiasa berdo’a. Itu untuk kelas 1&2.
Tujuan Komponen Kurikulum KURTILAS ini mempersiapkan manusia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktip, kreatip, inovatip. Menumbuhkan keimanan, meningkatkan taqwa, membentuk akhlak,m menguasai ilmu dan teknologi, serta gemar beramal soleh.
Isi dari kurikulum yang di gunakan di MI AL-ISLAH kereteg ini merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. isi kurikulum itu menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau materi pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap materi pelajaran yang diberikan maupun aktipitas kegiatan siswa. baik materi maupun aktipitas itu seluruhnya di arahkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan.
Metode mengajar nya di MI AL-ISLAH para tenaga pengajar harus mampu betul betul memerhatikan si kondisi peserta didik dalam menyampaikan mata pelajaran nya.dan memiliki ruang untuk mengembangkan pembelajarn yang kreatip dan inofatip dalam menyampaikan pelajaran yang memungkinkan siswa trus aktip sehingga tidak cepet jenuh dan menyenangkan dengan efektipitas yang tingggi.
Evaluasi yang digunakan di MI AL-ISLAH ialah evaluasi diagnostik. Evaluasi yang digunakan untuk mengetahui kelebihan kelebihan dan kekurangan kekurangan dri si peserta didik, sehingga dapat diberikan perlakuan yang tepat. Evaluasi ini dapat dilakukan beberapa tahap, baik pada tahap awal, selama proses, maupun akhir pembelajaran.

KONSEP SEKOLAH
Jika saya sebagai kepala sekolah akan lebih di utamakan akhlak budi pekerti yang baik dan kejujuran mewujudkan apa yang ingin jadi keinginan tentunya dengan berusaha kerja keras, sehingga tidak terlepas dari bantuan guru guru yang lainnya. Dan yang menjadi ketentuan utamanya selalu berdo’a dan meminta kepada alloh swt.

KESIMPULAN
Khusus Madrasah ibtidaiyah di tataran kampung kereteg desa karangmulya, kecamatan jamanis. Nama sekolah ini nama lengkapnya itu Madrasah Ibtidaiyah kereteg. Nah hal ini dalam struktur kelembagaannya itu dalam ruang lingkup yayasan. Yayasan itu namanya al-islah pendidikan al-islah itu ada beberapa pendidikan, diantaranya : ada TK yang baru dibentuk jadinya mau RA akhirnya jadi TK, kemudian Madrasah Ibtidaiyah ( MI ), kemudian Madrasah Tsanawiyah ( MTsN ), dan madrasah Aliyah ( MA ).
Jadi semua komponen pendidikan yang ada pada yayasan tersebut itu saling koordinasi, satu integral dimana anak-anak RA TK itu sebagian besar masuk ke MI.