Notice: Trying to get property 'display_name' of non-object in /home/u6164185/public_html/zakimu.com/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/schema/class-schema-person.php on line 151

Notice: Trying to get property 'user_email' of non-object in /home/u6164185/public_html/zakimu.com/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/schema/class-schema-person.php on line 226

Notice: Trying to get property 'display_name' of non-object in /home/u6164185/public_html/zakimu.com/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/schema/class-schema-person.php on line 232
Uncategorized

Kurikulum di MA Raudhatul ulum sakatiga ogan ilir

’ABSTRAK
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.kurikulum pun siring dengan perubahan waktu pun berubah, KTSP, kurikulum 2013. Namun di sekolah MA Raudhatul ulum masih menggunakan KTSP. Kurikulum KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi. Dalam KTSP, pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru, kepala sekolah, serta Komite sekolah dan Dewan Pendidikan.

Kata kunci : kurikulum MA Raudhatul ulum

PENDAHUALUAN
Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga adalah Lembaga pendidikan Islam yang dikelola oleh Yayasan Perguruan Islam Raudhatul Ulum Sakatiga (YAPIRUS), berlokasikan di desa Sakatiga kecamatan Inderalaya kabupaten Ogan Ilir provinsi Sumatera Selatan.
Tanggal 1 Agustus 1950, Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga didirikan, yang merupakan estafet perjuangan dari dua madrasah sebelumnya, yaitu Madrasah Al-Falah (1930) yang didirikan oleh
KH. AbdUL Ghani Bahri dan Madrasah Al-Shibyan (1936) yang didirikan oleh Kyai Abd. Rahim Mandung dan KH. Abdullah Kenalim. Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga telah berkiprah di tengah masyarakat dan sekarang (tahun 2016) telah memasuki usianya yang ke-66 tahun, dibawah kepemimpinan yaitu:

KH. Abdullah Kenalim (tahun 1950-1984)
KH. Hizbullah Abdul Muthollib (tahun 1984-1986)
KH. Tol’at Wafa Ahmad, Lc. (tahun 1986-2004)
KH. Abdul Karim Umar (tahun 2004- 2010).
KH. Tol’at Wafa Ahmad, Lc. (tahun 2010 – Sekarang

Sejarah perkembangan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum (PPRU) Sakatiga dari embrio hingga keberadaannya saat ini, melalui 3 ( tiga ) fase sebagai berikut :

Era Cikal Bakal ( 1930 -1950 M )
Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga merupakan salah satu pesantren yang cukup terkenal dan tersohor dikalangan masyarakat propinsi Sumatera Selatan. Pesantren ini merupakan estafet dari dua madrasah di desa Sakatiga sebelum zaman kemerdekaan Republik Indonesia. Madrasah Al-Falah dan Al-Shibyan merupakan cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren Raudhatul Ulum.

        Madrasah Al-Falah
Madrasah ini didirikan Oleh KH. Bahri bin Bunga pada tanggal 15 syawal 1348 H atau tahun 1930 M yang kemudian diteruskan oleh putra beliau KH. Abdul Ghanie Bahri. Madrasah ini banyak menghasilkan tokoh agama dan pemuka masyarakat yang tersebar di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya.

Madrasah Al-Shibyan.
Pelopor berdirinya madrasah ini adalah seorang ulama besar di Propinsi Sumatera Selatan yaitu KH. Abd. Rahim Mandung dan KH. Abdullah Kenalim yang dirintisnya pada tahun 1936 M., 9 tahun sebelum Republik Indonesia diproklamasikan. Hidup dalam masa pergolakan kedua madrasah ini harus berhadapan dengan bermacam-macam tantangan dan hambatan khususnya dari pihak penjajah.
Era Lanjutan Perjuangan ( 1950-1986 M )
Tahun 1950 atas kesepakatan tokoh-tokoh masyarakat Sakatiga Inderalaya, propinsi Sumatera Selatan dibentuklah satu panitia khusus untuk melanjutkan dan menghidupkan kembali usaha-usaha yang pernah dirintis oleh madrasah Al-Falah dan Al-Shibyan sebelumnya.
Tanggal 1 Agustus 1950 panitia tersebut menyepakati untuk mendirikan lembaga pendidikan formal yang diberi nama Sekolah Rakyat Islam (SRI), yang didalamnya mencakup Sekolah Menengah Agama Islam (SMAI) atau setara madrasah tsanawiyah, dari kedua nama ini (SRI dan SMAI) kemudian disederhanakan lagi menjadi sebuah lembaga yang bernama : Perguruan Islam Raudhatul Ulum Sakatiga (PIRUS) dan nama ini sekaligus dijadikan nama Yayasan Perguruan Islam Raudhatul Ulum Sakatiga (YAPIRUS) dengan Akte Notaris Aminus Palembang No. 21.A 1966.
Era Penyempurnaan Dan Pengembangan (1986 s.d Sekarang)
Paska wafatnya pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga, KH. Abdullah Kenalim pada tahun 1984, terjadilah kevakuman kepemimpinan untuk melanjutkan perjuangan.
Pada tanggal 8 Agustus 1986 melalui musyawarah YAPIRUS Sakatiga menetapkan pimpinan (mudir) baru Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga yaitu Al-Ustadz KH. Tol’at Wafa Ahmad, Lc, yang baru kembali dari tempat tugasnya di Kedutaan Besar Saudi Arabia Jakarta untuk melanjutkan perjuangan.
Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga adalah lembaga pendidikan Islam dengan visi, misi dan tujuan sebagai berikut :

Visi
Menjadi basis kaderisasi generasi terbaik (khoiru Ummah) yang bermanfaat luas dan berdaya saing global
Misi
    a. Ta’lim
Menyelenggarakan kegiatan pengajaran secara utuh dan terpadu untuk menyiapkan dan mengembangkan sumber daya insani yang memiliki wawasan yang luas.
b. Tarbiyah
Menyelenggarakan pendidikan dan internalisasi nilai-nilai Islam kepada santri/wati sebagai proses pembentukan kepribadian menuju sumber daya insani yang memiliki kekokohan moral, kecerdasan emosional dan spiritual.
c. Dakwah
Menyelenggarakan kegiatan pembekalan dan pelatihan dakwah Islamiyah kepada santri/wati, sehingga dapat merangsang munculnya sumber daya insani yang memiliki kepekaan sosial dan mengambil bagian dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

Tujuan
Memberikan bekal kemampuan dasar kepada santri/wati yang diperlukan bagi penumbuhan dan pengembangan diri sebagai Ulama ‘Amilin, Du’at Mukhlisin, dan zu’ama’ muttaqin menuju terbinanya generasi khoiru ummah.

KURIKULUM SEKOLAH
Pondok Pesantren Raudhatul Ulum dalam menjalankan program pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, maka pesantren menerapkan program kurikulum TERPADU antara kurikulum Kementerian Agama, Kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional dan kurikulum pesantren yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan untuk dapat bersaing di dalam dan luar negeri.
Pendidikan di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum memberikan perhatian yang besar pada pengajaran bahasa Arab dan Inggris secara aktif. Kedua bahasa tersebut, selain dijadikan bahasa pengantar sebagian besar mata pelajaran, juga dijadikan bahasa percakapan harian santri.
Bahasa Arab dipandang amat penting, karena ia Bahasa Al-Qur’an dan As-Sunnah disamping merupakan bahasa komunikasi dunia Islam, sedangkan bahasa Inggris dianggap penting karena merupakan bahasa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) serta bahasa komunikasi internasional. Dengan kemampuan berbahasa tersebut banyak alumni PPRU yang melanjutkan pendidikannya di luar negeri.
Kelebihan :
Kurikulum terpadu yang selalu dimodifikasi dan dikembangkan sejalan dengan kemajuan zaman guna mencapai kualitas pendidikan yang baik dengan mutu kelulusan yang mempunyai daya saing yang tinggi.
Santri/wati yang terkonsentrasi 24 jam berada dalam lingkungan kampus yang Islami, dibina dan diasuh dengan sistem pendidikan yang terpadu, sehingga dapat mendorong lahirnya santri yang sholihin dan sholihat.
Guru dan karyawan yang memiliki dedikasi yang tinggi, profesional dan mempunyai integritas moral yang baik.
Iklim kehidupan warganya yang terbangun dan diwarnai oleh komitmen perjuangan dan loyalitas tinggi.
Program dakwah yang integrated sehingga PPRU berperan sebagai pusat Dakwah Islamiyah yang kontributif dalam membangun kehidupan keberagamaan masyarakat.
Penghargaan yang tinggi dan proporsional terhadap santri/wati yang berprestasi, baik dalam Tahfizhul Qur’an maupun bidang lainnya.
Penggunaan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi pesantren.
Peserta didik wajib untuk menguasai ilmu komputer dan internet (ITC).

Tujuan kurikulum
Tujuan kelembagaan tersebut mendambakan profil lulusan PPRU yang memiliki kompetensi dasar yang dituangkan dalam 10 jati diri Sumber Daya Insani (SDI) santri Raudhatul Ulum sebagai berikut :
Beraqidah lurus
Memiliki kelurusan aqidah yang bersumber dan berasaskan kepada pemahaman yang benar terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Beribadah benar
Tekun dan benar dalam beribadah sesuai dengan petunjuk yang disyariatkan kepada Rasulullah SAW.
Berakhlak mulia
Selalu tampil sebagai uswah hasanah yang bertumpu pada ketangguhan dan keterpujian akhlaq, sehingga mampu mengendalikan hawa nafsu dan syahwat.
Berdikari
Mempunyai kemampuan menunjukkan potensi dan kreativitasnya dalam dunia kerja.
Berpengetahuan luas
Senantiasa memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan dan memperluas wawasan.
Berbadan Sehat
Memiliki kekuatan fisik melalui sarana-sarana yang dipersiapkan secara Islami.
Mampu mengendalikan nafsu
Tegar berjihad memerangi hawa nafsunya dan senantiasa mengokohkan diri di atas hukum Islam melalui ibadah dan amal sholih.
Berdisiplin tinggi
Terampil mengatur segala urusannya, sehingga mampu mengembangkan sikap manajemen diri sesuai dengan ketentuan Islam.
Mampu mengelola waktu
Menghargai, memelihara dan memanfaatkan waktu dengan baik sehingga terhindar dari kelalaian dan perbuatan sia-sia.
Bermanfaat bagi masyaraka Aktif menjadikan diri bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan.
Isi kurikulum
Pondok Pesantren Raudhatul Ulum juga melakukan pembinaan di luar jam formal berupa kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler di kampus Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga ada yang bersifat rutin harian, pekanan, bulanan dan tahunan. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain :
– Pembinaan mufrodat (menambah kosa kata) bahasa arab dan inggris
– Muhadatsah (percakapan) dalam bahasa Arab dan Inggris
– Olahraga dan Kesehatan
– Halaqoh Qur’an
– Pembinaan berjenjang (mentoring)
– Khitobah dalam 3 (tiga) bahasa dan Pelatihan dakwah
– Seni dan Budaya Islam
– Kursus komputer dan internet (ITC)
– Seni Beladiri
– Kepanduan / Pramuka
– Outbond
– Life skill
– Kuliah Jum’at dan kuliah Shubuh
– Shalat wajib di masjid
– Qiyamul lail
– Shaum sunnah
– Tahfizhul Qur’an dan pengkajian ilmu-ilmu Al-Qur’an
– Mukhoyyam dan super camp
– Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT)
– Jurnalistik
– Pelatihan ilmu-ilmu kemasyarakatan (ngaji berirama, tahlilan, berzanji)
– Pendidikan Organisasi, leadership dan management
– Kunjungan Edukatif
– Jaringan Topik
– Seni Nasyid
– Rihlah Tarbawiyah (study tour)
– Temu Pakar
– A Be Master
– Karya Tulis Ilmiah, dll
Kegiatan-kegiatan tersebut ada yang bersifat wajib dan ada yang bersifat pilihan sesuai dengan minat dan bakat yang ingin dikembangkan sehingga melahirkan kemampuan yang profesional dibidangnya masing-masing. Program ekstrkurikuler tersebut dikelola bersama oleh bidang kesiswaan pesantren, kesiswaan madrasah/sekolah dan Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Raudhatul Ulum (OP3RU).
Formal, Informal, Islam, Jenjang, MARU, MATQULARU
MATSARU, MIRU, Nonformal, OP3RU, Organisasi, Pelajar, Pendidikan
Pengurus, RU, Sistem, SMAIT, SMPIT, SPITS, STITRU, TAKIRU, Taman, Terpadu, TK

Metodelogi pmbelajaran
Untuk mencapai tujuan pendidikan yang digariskan, Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga menerapkan “Sistem Pendidikan Islam Terpadu dan Berkesinambungan (SPITS). Secara formal santri/wati dibina melalui jalur madrasah/sekolah yang dikelola oleh pengurus madrasah/sekolah, wali kelas dan dewan guru yang professional, alumni perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Waktu diluar jam formal dimanfaatkan untuk pengembangan minat dan bakat dalam wadah ekstra kurikuler yang dibagi sesuai dengan bidang pilihan santri/wati. Pembinaan di asrama yang dikelola oleh bagian kesiswaan difungsikan sebagai pengawasan dan pemantauan santri/wati dalam proses penerapan ilmu dan latihan amal Islami dalam kehidupan sehari-hari mereka. Bagian kesiswaan dalam melaksanakan programnya di bantu oleh Pengurus Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Raudhatul Ulum (OP3RU), yang direkrut para santri/wati senior.

Evaluasi Kurikulum
Pondok Pesantren Raudhatul Ulum dalam menjalankan program pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, maka pesantren menerapkan program kurikulum TERPADU antara kurikulum Kementerian Agama, Kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional dan kurikulum pesantren yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan untuk dapat bersaing di dalam dan luar negeri.
Pendidikan di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum memberikan perhatian yang besar pada pengajaran bahasa Arab dan Inggris secara aktif. Kedua bahasa tersebut, selain dijadikan bahasa pengantar sebagian besar mata pelajaran, juga dijadikan bahasa percakapan harian santri. Bahasa Arab dipandang amat penting, karena ia Bahasa Al-Qur’an dan As-Sunnah disamping merupakan bahasa komunikasi dunia Islam, sedangkan bahasa Inggris dianggap penting karena merupakan bahasa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) serta bahasa komunikasi internasional. Dengan kemampuan berbahasa tersebut banyak alumni PPRU yang melanjutkan pendidikannya di luar negeri.

KESIMPULAN

Pesantren raudhatul ulum ini mempunyai karakter yang sangat baik, dan mempunyai misi dan visi yang sangat bagus . pesantren ini juga mempunyai kelebihan yaitu berbahasa arab , ingrris , dan dll. Sistem bhasa ini berjalan setiap hari , jadi santri tidak di perbolehkan berbahasa daerah ataupun bahasa indonisia. Pesantren ini berakreditasi A . pesantren ini pun ada silsilahnya yaitu:

Dasasila santri

Berbadan sehat dan kuat
Berakhlaq mulia
Berilmu dan berwawasan luas
Hidup mandiri
Beraqidah bersih
Beribadah benar
Tegar menghadapi tantangan
Berdisiplin
Cermat mengelola waktu
Bermanfaat luas

Pesantren ini juga kedatangan murid atau santri berbagai daerah dalam dan luar sumatra. Dan mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.